Akhirnya pelajaran pun usai, setiap hari rasanya sama saja tak ada
yang mengasikkan di sekolah, aku bukanlah murid yang famous dan pintar
di sekolahku walaupun seperti itu aku tetap senang apa yang kujalankan
sekarang.
Karena pelajaran sudah usai aku pun bergegas pulang, setelah sampai diparkiran aku langsung mencari motorku, aku ingat tadi motorku ada disebelah pohon besar. Aku menyalakan mesin motorku dan mengendarinya dengan hati-hati.
Rencannya aku ingin berjalan-jalan mengelilingi kota disini, setelah puas melihat-melihat pemandangan kota aku pulang mencari jalan pintas untuk sampai ke rumahku, ku lihat jalanan yang belum pernah ku lihat sebelumnya, rasa penasaranku memuncak. Kumasuki jalan itu dengan lebih hati-hati karena jalannya lumayan kecil.
Sepertinya aku pernah melihatnya, oh ya itu temanku Dira dan Dita kupanggil nama mereka tapi mereka tak menyahut, kupanggil lagi tapi sia-sia kulihat semua orang disini adalah murid SMA disekolahku tapi mengapa mereka tidak ada yang memperdulikan ku. Ku jalani motorku, kulihat ada rumah kosong disitu, aku mau berbalik tapi motorku tidak mau berbalik terpaksa aku meneruskannya. Masuk dipintu depan banyak anak-anak bermain sepeda, semua mata mereka tertuju padaku tanpa memberhentikan sepeda mereka lama-lama aku juga takut sekarang aku mau membalikkan motorku tapi tidak bisa, tiba-tiba motorku bergerak sendiri kearah lebih dalam di rumah ini, dan juga menaiki tangga yang rapuh ini. Ada anak-anak perempuan disitu dan aku bertanya pada mereka.
"Permisi.. apakah kalian tau jalan keluar dari sini" kataku sedikit ketakutan.
"Kakak lurus belok kiri lurus belok kanan" kata anak perempuan itu.
"Terimakasih"
Aku pun mengarahkan motorku pada arah yang diberikan anak itu tadi. Cihh... ternyata ini jalan buntu, mengapa anak-anak tadi menipuku. Tiba-tiba motorku mati sendiri, padahal ku rasa bensinku penuh tadi. Aku turun dari motorku kulihat ada sepeda yang tak jauh dari motorku, kuambil dan menaikinya.
setelah menuruni anak tangga dirumah ini, mengapa suasana rumah ini berbeda?, banyak orang.. kurasa bukan orang, wajahnya itu mengerikan dengan badan yang menjijikan seperti disiram oli yang panas mereka membawa makanan yang tak kalah menjijikan. Apakah mereka tidak melihatku? Syukurlah. Kuturuni anak tangga sampai akhir, ada tangan menjijikan memegang tanganku. Apa mereka menyadariku?
"Siapa kau, mau apa kau disini" kata mahluk menjijikan yang memegang tanganku.
"H..hhaaahhh"
Ia membawaku pergi dari sini menuju depan rumah ini. Aku lihat wanita yang tak kalah mengerikannya dengan rambut penuh lumpur dan ada binatang seperti belut disitu.
"Hello Cantikkk.." katanya yang membuatku jijik.
"To..tolong lepaskan aku" kataku gemetaran
"Baiklah cantik.. pasukan Nozu cepat lepaskan dia" katanya, Mungkin yang dia maksud mahluk ber-oli itu. Yashh.. akhirnya aku dilepas, saatnya aku berlari. Happp.. tapi wanita mengerikan itu menghentikan ku.
"Kau mau kemana cantik" katanya
"Ememm... aku harus pulang, kau tau jalan keluar disini" kataku ketakutan
"Kau mau pulang ya..."
"Iiiyyaaa..."
"Jangan ketakutan seperti itu Cantik, aku tak akan memakanmu" katanya lagi. Tapi aku tak mau membalas ucapannya.
"Pasukan Nozu bawa gadis cantik ini pergi keluar dari sini, bawa makanan dan minuman ini" kata wanita itu. Aku bingung mau senang atau tidak karena aku akan diantar pulang oleh pasukan Nozu yang mengerikan itu.
"Hei.. Ayo kita pulang" ucap salah satu pasukan Nozu yang memegang pundakku, aku hanya tersenyum ketakutan melihatnya.
Ada sekitar 5 pasukan Nozu yang mengantarku, tak ada yang berbicara, suasana hening aku harap aku bisa sampai ke rumah dengan selamat, atau tidak. Wanita tadi sangat baik, tapi bisa saja mereka membunuhku disini dan memberikan tubuhku pada wanita itu, hei mengapa kau malah berpikir tidak-tidak.
Ini bukanlah jalan seperti awal aku masuk dan menemui rumah ini, ini hutan yang sangat lebat seperti tak ada jalan keluar dari sini. Dari tadi kami hanya naik turun naik turun dari gunung yang tak terlalu tinggi tapi tak ketemu juga jalan keluarnya.
Sampai malam pun belum juga ketemu jalan keluarnya, aku ingin bertanya tapi rasa takutku masih melekat.
"Kita istirahat dulu" ucap salah satu pasukan Nozu. Aku pun meng-iyakan.
Kami istirahat diatas tanah tanpa beralas. Kupandangi langit yang penuh dengan bintang-bintang, lama-lama air mata ku pun menetes aku bingung apa yang terjadi sekarang kejadian ini sama sekali tidak masuk akal. Pasukan Nozu itu sudah pada tidur, ternyata bisa tidur juga mereka. Aku juga lama-kelamaan juga tertidur.
Srekkkk.... Srekkkk....
Geleggg....Geleggg...
Aku mendengar suara orang yang mengambil benda dan meminumnya. Kubuka pelahan-lahan mataku, itu bukan Pasukan Nozu tapi orang. Kukucek-kucek mataku agar lebih jelas siapa itu.
Diiiaaa...
"Adik, Ibu, Nenek ngapai kalian disini, dan bagaimana bisa?" Tanyaku pada mereka.
"Entahlah" kata Adikku. Aku pun memeluk mereka, tapi aku bingung mengapa mereka bisa disini. Ini memang aneh.
"Kak lihat" katanya sambil meminum cairan bewarna merah muda yang kurasa milik pasukan Nozu untuk mereka belum bangun. Aku ternganga melihat minuman yang di minum adikku itu penuh lagi.
"Adik jangan minum itu, aku takut bisa terjadi apa-apa" kataku.
"hhhmn siapa itu" kata salah satu pasukan Nozu.
"Haaahh... adik, ibu, nenek ayo kita lari" kataku. Dan langsung kami lari, aku membantu nenekku untuk berlari. Kami berlari terus sampai akhirnya menemukan jalan penuh kabut tapi akhirnya kabut itu mulai menghilang oohh.. syukurlah. Di ujung jalan aku melihat sebuah bangunan, itu Masjid yang dekat dengan rumahku. Ku lihat kebelakang tidak ada pasukan Nozu itu lagi. Akhirnya kami memelankan langkah kami.
Aku, adik, ibu dan Nenekku memasuki masjid itu takut pasukan Nozu masih mengejar kami. Kurasa kami bisa menenangkan diri disini dan bisa juga shalat. Ibu dan nenekku pergi berdua. Aku dan adikku mau pergi kekamar mandi disini karena dari tadi aku sudah ingin buang air kecil. Kulihat kamar mandi disini luas tanpa tembok untuk menutupi wcnya, kunci toilet ini rusak lagi. Jadi kusuruh adikku untuk menahannya dari luar.
"Mama.. aku ingin kencing ma.. " kata seseorang anak lelaki dari luar. Aduh aku belum selesai tau.
"Jangan... ada kakakku didalam dia belum selesai" kata adikku.
Anak kecil itu langsung mendobrak pintu itu, untung aku sudah memasang celanaku dengan baik, dasar anak tak tau sabaran. Aku keluar dari kamar mandi itu bersama adikku dan mengambil air wudhu dan Shalat.
Aku berdoa agar kejadian ini segera berakhir, ini kejadian yang paling aneh ku alami dan ini juga tidak masuk akal, apa yang terjadi sebenarnya?.
Kulihat orang yang berada dimesjid ini sudah sepi bahkan tak ada seorang pun, dimana adik, Ibu dan Nenekku? Aku mulai panik sekarang. kemana mereka?
"Adikk...ibu...Nenek.. dimana kalian" aku berteriak sekuat mungkin dan mencari sekeliling dalam mesjid ini tapi tidak ada. dimana mereka, apa yang harus kulakukan sekarang.
Aku memutuskan keluar dari mesjid ini dan berdoa agar selamat dan cepatlah berakhir kejadian ini. Satu langkah lagi aku keluar kututup mata ku dan keluar. Saar kubuka mataku ada asap putih seperti tadi dan lama-kelamaan hitam. Dan aku terbangun.
"Apa itu tadi, itu seperti nyata" kataku sambil memastikan aku benar ditempat tidurku.
"Oh syukurlah ini hanya mimpi" kataku lagi.
Karena pelajaran sudah usai aku pun bergegas pulang, setelah sampai diparkiran aku langsung mencari motorku, aku ingat tadi motorku ada disebelah pohon besar. Aku menyalakan mesin motorku dan mengendarinya dengan hati-hati.
Rencannya aku ingin berjalan-jalan mengelilingi kota disini, setelah puas melihat-melihat pemandangan kota aku pulang mencari jalan pintas untuk sampai ke rumahku, ku lihat jalanan yang belum pernah ku lihat sebelumnya, rasa penasaranku memuncak. Kumasuki jalan itu dengan lebih hati-hati karena jalannya lumayan kecil.
Sepertinya aku pernah melihatnya, oh ya itu temanku Dira dan Dita kupanggil nama mereka tapi mereka tak menyahut, kupanggil lagi tapi sia-sia kulihat semua orang disini adalah murid SMA disekolahku tapi mengapa mereka tidak ada yang memperdulikan ku. Ku jalani motorku, kulihat ada rumah kosong disitu, aku mau berbalik tapi motorku tidak mau berbalik terpaksa aku meneruskannya. Masuk dipintu depan banyak anak-anak bermain sepeda, semua mata mereka tertuju padaku tanpa memberhentikan sepeda mereka lama-lama aku juga takut sekarang aku mau membalikkan motorku tapi tidak bisa, tiba-tiba motorku bergerak sendiri kearah lebih dalam di rumah ini, dan juga menaiki tangga yang rapuh ini. Ada anak-anak perempuan disitu dan aku bertanya pada mereka.
"Permisi.. apakah kalian tau jalan keluar dari sini" kataku sedikit ketakutan.
"Kakak lurus belok kiri lurus belok kanan" kata anak perempuan itu.
"Terimakasih"
Aku pun mengarahkan motorku pada arah yang diberikan anak itu tadi. Cihh... ternyata ini jalan buntu, mengapa anak-anak tadi menipuku. Tiba-tiba motorku mati sendiri, padahal ku rasa bensinku penuh tadi. Aku turun dari motorku kulihat ada sepeda yang tak jauh dari motorku, kuambil dan menaikinya.
setelah menuruni anak tangga dirumah ini, mengapa suasana rumah ini berbeda?, banyak orang.. kurasa bukan orang, wajahnya itu mengerikan dengan badan yang menjijikan seperti disiram oli yang panas mereka membawa makanan yang tak kalah menjijikan. Apakah mereka tidak melihatku? Syukurlah. Kuturuni anak tangga sampai akhir, ada tangan menjijikan memegang tanganku. Apa mereka menyadariku?
"Siapa kau, mau apa kau disini" kata mahluk menjijikan yang memegang tanganku.
"H..hhaaahhh"
Ia membawaku pergi dari sini menuju depan rumah ini. Aku lihat wanita yang tak kalah mengerikannya dengan rambut penuh lumpur dan ada binatang seperti belut disitu.
"Hello Cantikkk.." katanya yang membuatku jijik.
"To..tolong lepaskan aku" kataku gemetaran
"Baiklah cantik.. pasukan Nozu cepat lepaskan dia" katanya, Mungkin yang dia maksud mahluk ber-oli itu. Yashh.. akhirnya aku dilepas, saatnya aku berlari. Happp.. tapi wanita mengerikan itu menghentikan ku.
"Kau mau kemana cantik" katanya
"Ememm... aku harus pulang, kau tau jalan keluar disini" kataku ketakutan
"Kau mau pulang ya..."
"Iiiyyaaa..."
"Jangan ketakutan seperti itu Cantik, aku tak akan memakanmu" katanya lagi. Tapi aku tak mau membalas ucapannya.
"Pasukan Nozu bawa gadis cantik ini pergi keluar dari sini, bawa makanan dan minuman ini" kata wanita itu. Aku bingung mau senang atau tidak karena aku akan diantar pulang oleh pasukan Nozu yang mengerikan itu.
"Hei.. Ayo kita pulang" ucap salah satu pasukan Nozu yang memegang pundakku, aku hanya tersenyum ketakutan melihatnya.
Ada sekitar 5 pasukan Nozu yang mengantarku, tak ada yang berbicara, suasana hening aku harap aku bisa sampai ke rumah dengan selamat, atau tidak. Wanita tadi sangat baik, tapi bisa saja mereka membunuhku disini dan memberikan tubuhku pada wanita itu, hei mengapa kau malah berpikir tidak-tidak.
Ini bukanlah jalan seperti awal aku masuk dan menemui rumah ini, ini hutan yang sangat lebat seperti tak ada jalan keluar dari sini. Dari tadi kami hanya naik turun naik turun dari gunung yang tak terlalu tinggi tapi tak ketemu juga jalan keluarnya.
Sampai malam pun belum juga ketemu jalan keluarnya, aku ingin bertanya tapi rasa takutku masih melekat.
"Kita istirahat dulu" ucap salah satu pasukan Nozu. Aku pun meng-iyakan.
Kami istirahat diatas tanah tanpa beralas. Kupandangi langit yang penuh dengan bintang-bintang, lama-lama air mata ku pun menetes aku bingung apa yang terjadi sekarang kejadian ini sama sekali tidak masuk akal. Pasukan Nozu itu sudah pada tidur, ternyata bisa tidur juga mereka. Aku juga lama-kelamaan juga tertidur.
Srekkkk.... Srekkkk....
Geleggg....Geleggg...
Aku mendengar suara orang yang mengambil benda dan meminumnya. Kubuka pelahan-lahan mataku, itu bukan Pasukan Nozu tapi orang. Kukucek-kucek mataku agar lebih jelas siapa itu.
Diiiaaa...
"Adik, Ibu, Nenek ngapai kalian disini, dan bagaimana bisa?" Tanyaku pada mereka.
"Entahlah" kata Adikku. Aku pun memeluk mereka, tapi aku bingung mengapa mereka bisa disini. Ini memang aneh.
"Kak lihat" katanya sambil meminum cairan bewarna merah muda yang kurasa milik pasukan Nozu untuk mereka belum bangun. Aku ternganga melihat minuman yang di minum adikku itu penuh lagi.
"Adik jangan minum itu, aku takut bisa terjadi apa-apa" kataku.
"hhhmn siapa itu" kata salah satu pasukan Nozu.
"Haaahh... adik, ibu, nenek ayo kita lari" kataku. Dan langsung kami lari, aku membantu nenekku untuk berlari. Kami berlari terus sampai akhirnya menemukan jalan penuh kabut tapi akhirnya kabut itu mulai menghilang oohh.. syukurlah. Di ujung jalan aku melihat sebuah bangunan, itu Masjid yang dekat dengan rumahku. Ku lihat kebelakang tidak ada pasukan Nozu itu lagi. Akhirnya kami memelankan langkah kami.
Aku, adik, ibu dan Nenekku memasuki masjid itu takut pasukan Nozu masih mengejar kami. Kurasa kami bisa menenangkan diri disini dan bisa juga shalat. Ibu dan nenekku pergi berdua. Aku dan adikku mau pergi kekamar mandi disini karena dari tadi aku sudah ingin buang air kecil. Kulihat kamar mandi disini luas tanpa tembok untuk menutupi wcnya, kunci toilet ini rusak lagi. Jadi kusuruh adikku untuk menahannya dari luar.
"Mama.. aku ingin kencing ma.. " kata seseorang anak lelaki dari luar. Aduh aku belum selesai tau.
"Jangan... ada kakakku didalam dia belum selesai" kata adikku.
Anak kecil itu langsung mendobrak pintu itu, untung aku sudah memasang celanaku dengan baik, dasar anak tak tau sabaran. Aku keluar dari kamar mandi itu bersama adikku dan mengambil air wudhu dan Shalat.
Aku berdoa agar kejadian ini segera berakhir, ini kejadian yang paling aneh ku alami dan ini juga tidak masuk akal, apa yang terjadi sebenarnya?.
Kulihat orang yang berada dimesjid ini sudah sepi bahkan tak ada seorang pun, dimana adik, Ibu dan Nenekku? Aku mulai panik sekarang. kemana mereka?
"Adikk...ibu...Nenek.. dimana kalian" aku berteriak sekuat mungkin dan mencari sekeliling dalam mesjid ini tapi tidak ada. dimana mereka, apa yang harus kulakukan sekarang.
Aku memutuskan keluar dari mesjid ini dan berdoa agar selamat dan cepatlah berakhir kejadian ini. Satu langkah lagi aku keluar kututup mata ku dan keluar. Saar kubuka mataku ada asap putih seperti tadi dan lama-kelamaan hitam. Dan aku terbangun.
"Apa itu tadi, itu seperti nyata" kataku sambil memastikan aku benar ditempat tidurku.
"Oh syukurlah ini hanya mimpi" kataku lagi.

Komentar
Posting Komentar